PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.


ABOUT USER


Inke_zhu
Inke_zhu
Member since:
July 2013
Editor Level :
Editor 1 Editor 2

10 hal yang harus diajarkan ke anak sejak kecil

Published : 26 August 2015
|
57.169
1
3
|
Anak adalah cerminan dari orang tuanya, maka dari itu orang tua bertanggung jawab penuh terhadap tumbuh kembang anak. Selain itu anak juga sering meniru orang tuanya, sehingga sebagai orang tua tentu harus berperilaku yang baik di depan anaknya.

Yang terpenting dalam mendidik anak, bukan hanya membuat anak menuruti perintah orang tua saja. Tetapi juga membuat anak bersikap dan berperilaku yang baik dan benar, dimana sikap tersebut nantinya akan berpengaruh juga terhadap masa depan anak.
Berikut ini beberapa hal kecil yang harus kita ajarkan kepada anak semenjak dini untuk mempersiapkan masa depannya :

1. Bangun pagi

Image Credit By www.emjeshop.com
Biasakan anak untuk bangun pagi hari. Tetapi bukan hanya saat akan berangkat sekolah saja. Ketika libur sekolah, anak juga biasakan untuk bangun pagi. Usahakan agar anak bangun sendiri tanpa harus dibangunkan. Sebelum tidur, kita ajarkan anak untuk memasang alarm. Dan saat anak sudah mulai tertidur, kita tanamkan sugesti ke alam bawah sadarnya dengan membisikkan ke telinganya bahwa dia harus bangun pagi setiap hari. Apabila anak masih susah untuk bangun pagi, kita bisa siapkan sarapan kesukaannya untuk membujuknya bangun. Atau mengajak anak jalan-jalan atau olahraga pagi saat hari libur. Bila sudah terbiasa bangun pagi, tentu anak akan merasa tidak nyaman bila bangun siang.

2. Tidak menunda

Image Credit By pusathipnoterapi.wordpress.com
Segala hal yang ditunda tentu tidak baik dan terkadang mempersulit diri sendiri. Seharusnya sudah selesai dikerjakan, jadi bisa mengerjakan yang lain. Tetapi karena menunda, terkadang dikerjakan buru-buru dan hasilnya tidak maksimal. Sebelum anak bermain atau menonton TV, ajarkan anak untuk menyelesaikan kewajibannya terlebih dahulu. Seperti mengerjakan PR, menyiapkan buku sekolahnya, menaruh sepatu ke rak sepatu, dll. Terkadang orang tua juga perlu memberikan konsekuensi, jika anak sering tidak mengerjakan kewajibannya. Contohnya dengan mengurangi uang sakunya, tidak dibolehkan menonton TV atau bermain komputer.

3. Mandiri

Image Credit By www.pendidikankarakter.com
Semenjak dini, anak sudah harus dilatih untuk mandiri. Di umur 1-3 tahun bisa melatihnya untuk memegang botol susunya sendiri, melepas bajunya sendiri saat mau mandi, makan sendiri, membereskan mainannya, memakai sepatu sendiri, dll. Ketika sudah di atas 4 tahun, kita bisa lebih banyak melatihnya, seperti membereskan tempat tidurnya, membantu bawa barang belanjaan, dll. Melatih anak mandiri bukan berarti kita membiarkannya sendiri tanpa dipantau. Tetap orang tua harus mengawasinya dan sesekali berikan pujian kepada anak sehingga ia akan merasa senang dan akan melakukannya lagi tanpa disuruh.

4. Bersyukur

Image Credit By m.liputan6.com
Terkadang anak sering mengeluh tentang tugas sekolah yang banyak, mainan yang rusak, atau minta tambahan uang saku. Sebagai orang tua kita harus memberi pengertian tentang pentingnya rasa syukur. Bersyukur karena masih bisa sekolah dan dapat uang saku, bersyukur karena hanya satu mainan yang rusak dan bersyukur karena masih mendapatkan kasih sayang orang tua. Karena ada beberapa anak yang tidak bisa mendapatkan semua itu. Dengan begitu, anak tidak akan banyak mengeluh lagi. Dan orang tua juga jangan pernah mengeluh di depan anak, walaupun sedang banyak masalah dan merasa sangat lelah. Ada saatnya untuk menumpahkan rasa capek itu, yaitu ketika hanya sedang berdua saja dengan suami atau istri. Selain itu, biasakan juga agar anak menghabiskan makanannya. Lebih baik mengambil porsi makan yang sedikit dan tambah lagi bila lapar. Daripada porsi banyak tetapi tidak habis. Karena membuang-buang makanan berarti tidak menyukuri rezeki yang diberikan Tuhan.

5. Membaca buku

Image Credit By lifestyle.liputan6.com
Buku adalah jendela dunia. Banyak informasi yang bisa didapatkan melalui buku, yang sangat penting untuk membangun kecerdasan anak dan memberinya banyak pengetahuan. Tetapi di zaman teknologi ini, banyak anak yang lebih memilih bermain gadget daripada membaca buku. Lebih baik kita beri batasan waktu pada anak untuk bermain gadget. Salah satu cara agar anak rajin baca buku adalah dengan sering mengajaknya ke toko buku. Biarkan dia memilih sendiri buku yang ingin dibacanya, asalkan buku tersebut masih dalam kategori bacaan anak-anak.

6. Menghargai dan menghormati

Image Credit By www.smkmudita.sch.id
Kepada orang yang lebih tua ataupun pada orang yang baru dikenal, kita harus lebih menghargai dan menghormatinya. Hal ini perlu diajarkan pada anak sedini mungkin. Biasakan agar anak memberi salam saat akan pergi dan pulang ke rumah. Begitu juga ketika bertemu dengan paman, bibi, ataupun orang yang baru dikenal untuk memberi salam dan tidak bertingkah laku yang tidak membuat nyaman orang lain. Untuk anak perempuan, bila mempunyai kakak laki-laki, beri pengertian padanya untuk menghormati kakaknya. Karena saat nanti dia menikah juga harus menghormati suaminya sebagai kepala keluarga.

7. Berusaha

Image Credit By log.viva.co.id
Bila anak meminta sesuatu, ajarkan padanya untuk berusaha terlebih dahulu. Contohnya bila ia meminta mainan baru, belikan dia celengan dan beri pengertian tentang pentingnya menabung. Sehingga setiap uang saku yang kita berikan, akan dia sisakan untuk ditabung agar bisa membeli mainan yang dia inginkan. Begitu juga saat ia mendapat nilai bagus. Beri pujian dan hargai setiap usaha kerasnya sehingga anak akan merasa terbiasa berusaha sendiri dan mandiri. Walaupun nanti anak mendapat nilai jelek, kita juga hargai setiap usahanya dan beri semangat lagi. Selain itu, ajarkan pada anak untuk menghargai dirinya sendiri dan tidak merasa rendah diri. Walupun nilainya jelek, yang penting dia melakukan atas usahanya sendiri, bukan karena mencontek. Sehingga ia akan kembali semangat untuk belajar.

8. Tolong menolong

Image Credit By carapedia.com
Hidup saling bersosialisasi dan saling membutuhkan satu sama lainnya. Budayakan sikap tolong menolong ini pada anak agar nantinya dia tidak cuek terhadap sekitarnya. Sikap tolong menolong ini bisa dimulai dari rumah. Contohnya membantu menyapu rumah, mencuci piring, merapikan meja makan, dll. Tentu orang tua memintanya dengan halus dan selalu awali dengan kata “tolong” dan ucapkan “terima kasih” setelah selesai. Begitu juga di luar rumah, katakan pada anak untuk ikhlas menolong orang lain dan jangan mengharapkan pamrih. Karena suatu saat nanti, mungkin kita juga akan membutuhkan pertolongan orang lain.

9. Jujur

Image Credit By www.tribunnews.com
Nilai-nilai kejujuran merupakan hal terpenting dalam mendidik anak. Melatih anak berkata jujur, bisa dimulai dari pertanyaan-pertanyaan ringan tentang bagaimana sekolahnya, apakah PR sudah dikerjakan, berapa sisa uang sakunya, dll. Jika anak ketahuan berbohong, kita jangan langsung memarahinya. Karena anak akan semakin takut dan bisa jadi anak tidak mau bercerita yang sebenarnya. Lebih baik ajak dia mengobrol dengan topik yang bisa memancing anak berkata jujur. Beri pengertian ke anak tentang pentingnya berkata jujur dan orang tua juga terkadang perlu instropeksi diri. Ingat-ingat kembali, apakah kita pernah berbohong di depan anak, sehingga anak menirunya. Atau kita terlalu sibuk sehingga kurang ada waktu untuk anak, sehingga anak terpaksa berbohong untuk mendapatkan perhatian kita.

10. Sabar

Image Credit By abiummi.com
Selain memberi pengertian ke anak tentang arti kesabaran, mengajari anak menabung juga salah satu cara untuk melatih kesabarannya. Dia rela mengurangi jajannya dan menunggu sampai uangnya terkumpul agar bisa membeli barang yang dia inginkan. Tapi kalau anak tetap merengek dan tidak mau menabung, kita tidak harus langsung menuruti keinginannya, apalagi sampai marah-marah. Kalau kita marah, anak akan menirunya. Lebih baik tahan amarah untuk menunjukkan kesabaran kita. Diamkan saja dahulu rengekannya, lalu beberapa hari kemudian kita berikan barang yang dia inginkan. Tentu anak akan merasa sangat surprise karena kita mau membelikannya, padahal dia mungkin sudah melupakan barang tersebut. Lain waktu jika dia menginginkan sesuatu, dia tidak akan merengek seperti sebelumnya dan akan sabar menunggu ayah atau ibu membelikan untuknya.

10 hal di atas sangat berguna bagi anak ketika dia dewasa nantinya dan sudah harus menentukan tujuan hidup, karir dan masa depannya. Karena masa depan yang baik akan dimiliki oleh orang-orang yang membangun kebiasaan positif setiap harinya. Bila anak sudah terbiasa dengan 10 kegiatan di atas, orang tua tidak perlu khawatir bila suatu hari anak harus tinggal jauh dan mengurus dirinya sendiri. Dan tentu jika sudah menikah, dia akan menularkan lagi 10 kegiatan di atas kepada anaknya.



Cover picture courtesy of www.berjibaku.com

Rate this article:
(0.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

 
 
 

COMMENTS

1 Comments
You have to log in or register to comment, like, and rate article
sylnamira
03 November 2015
Love this! Sangat bermanfaat. Thanks for sharing.
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To