PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.


ABOUT USER


christa
christa
Member since:
July 2014
Member Level :
Member 1 Member 2

Ego atau Cinta?

Published : 14 October 2014
|
17.350
0
0
|
Menjawab judul di atas seperti disuruh untuk memilih antara hidup kita atau hidup orang lain, dalam keadaan yang sama-sama sulit. Dalam hal ini, kita memang tidak dipaksa memilih siapa yang lebih pantas hidup. Malah, dalam suatu hubungan kita mengenal kata ‘pengorbanan’.

Bagaimanapun juga, manusia adalah makhluk yang egois. Tidak mungkin tidak mencintai dirinya sendiri. Dan tidak mungkin juga hanya bisa mengutamakan orang lain dalam hidupnya. Yang disayangkan adalah ketika ego itu mulai berkuasa. Tidak ada yang tahu pasti kapan ego itu lebih dominan, karena setiap kasus memiliki kondisi yang berbeda. Tetapi, setidaknya kita bisa mengetahuinya dari poin-poin berikut ini :
  • Selalu merasa ingin dimengerti dan dihargai oleh pasangannya.
  • Selalu ingin dituruti keinginannya.
  • Merasa bahwa prinsipnyalah yang paling benar, sementara pasangannya salah.
  • Mengira bahwa hanya dia yang berpikir dengan baik, sementara pasangannya memiliki pola pikir yang aneh.
  • Ingin memaksakan nilai-nilai yang dianutnya kepada orang lain dalam keluarga atau pada pasangannya.
  • Tidak bisa menerima perbedaan pendapat.
  • Berpikir bahwa ia sudah banyak berkorban untuk orang lain dan pasangan.
  • Menuntut pasangan memperhatikan keluarganya.
  • Menolak diskusi untuk menyelesaikan masalah.
  • Lebih banyak marah daripada sabar.
Poin-poin di atas hanya beberapa bentuk keegoisan dalam suatu hubungan. Apakah Anda juga sering bersikap egois pada pasangan? Untuk mengetahuinya, jawab pertanyaan berikut :
  • Apakah pasangan tidak bisa memahami pemikiran dan keinginan Anda?
  • Apakah pasangan Anda sangat payah dan tidak berguna?
  • Apakah pendapat pasangan sangat tidak rasional?
  • Apakah dia tidak memiliki pemikiran yang aneh dan tidak sejalan dengan Anda?
  • Apakah menurutnya Anda harus berubah?
  • Apakah dia pernah mengancam akan memutuskan hubungan?
  • Apakah dia tidak memiliki prinsip yang jelas?
  • Apakah dia sering mengecewakan Anda?
  • Apakah dia pernah berkata Anda egois?
  • Apakah dia suka beralasan yang tidak logis jika melanggar janji?
Sudah menjawabnya? Jika 4 saja dari pertanyaan di atas dijawab dengan ‘ya’, itu berarti ego lebih besar dari cinta. Pertanyaan di atas memang sekilas membahas tentang pasangan kita, tapi ego kita akan terlihat dari penilaian pada pasangan. Orang-orang yang memiliki ego besar cenderung meremehkan pasangannya dan selalu merasa paling benar.
"Love is happy when it is able to give something. The ego is happy when it is able to take something."
- Osho -
Baiklah, ini berarti kita—atau mungkin juga pasangan yang ber-ego besar—perlu memperbaiki diri. Bukan untuk pasangan, tapi untuk diri sendiri. Karena di manapun, orang-orang yang tidak bisa menghargai orang lain akan disingkirkan dari pergaulan. Ikutilah langkah berikut ini.

1. Belajar Mendengarkan

Kita boleh mengingkari ini, tapi orang-orang yang ego-nya besar cenderung malas mendengarkan pendapat dan tidak bisa menerima kritik dari orang lain. Mulai sekarang, dengarkanlah apa yang ingin disampaikan oleh pasangan.
Image Credit By emilarya.wordpress.com

Image Credit By www.womansday.com
2. Belajar menerima perbedaan

Kita tahu kan, dunia ini penuh dengan perbedaan? Jadi berhentilah meminta dan memaksa orang lain untuk memiliki pendapat yang sama dengan kita. itu sangat non-sense. Setiap orang punya prinsip, nilai, dan pemikirannya sendiri. Yang perlu dilakukan adalah berdiskusi agar perbedaan itu melahirkan keindahan.

3. Berdiskusi

Setiap kali ada masalah, biasakan untuk berdiskusi. Ingat, hubungan ini terdiri atas dua orang yang sama-sama punya mulut. Bukan hanya kita yang punya hak bicara. Guess what? Diri sendiri tidak selalu benar.

4. Pembagian peran secara seimbang

Biasakan membagi peran secara seimbang. Sebut saja ini terlalu perhitungan dan pelit, tapi kalau tidak begini, ego kita bisa lebih besar lagi. Orang yang ego-nya besar biasanya selalu menghitung-hitung kesalahan dan pengorbanan, bukan? Baiklah, ajak pasangan kita untuk berhitung. Hitung berapa kali dia mengikuti keinginan kita, dan berapa kali kita tidak peduli pada keinginannya. Setelahnya, silahkan bagi tugas secara seimbang.

5. Berkorban yang sebenarnya

Kita merasa sudah banyak berkorban? Benarkah? Pengorbanan yang sebenarnya itu kalau kita mengalah dan memenuhi keinginannya.
"Love is a state of being. Your love is not outside, it is deep inside you. You can never loose it, and it can't leave you."
- Eckhart Tolle -
Tidak ada yang menyalahkan eksistensi ego dalam diri manusia. Sekali-kali kalau pasangan sudah kelewatan, kita pun harus egois. Kapan harus memilih diri sendiri dan kapan harus mengutamakan pasangan, itu tergantung pada situasinya, bijak-bijaklah memilah situasi.



Cover picture courtesy of www.teruskan.com

Rate this article:
(0.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

 
 
 

COMMENTS

0 Comments
No comments yet. Be the first one to write a comment now!
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To