PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.


ABOUT USER


kaursarnabil
Member since:
November 2017
Member Level :
Member 1

Gengsi Tak Melulu Soal Sikap Negatif

Published : 9 January 2018
|
479
0
0
|
Gengsi biasanya selalu saja dikaitkan dengan perilaku buruk yang dilakukan seseorang. Sedangkan kata “gengsi” menurut KBBI merupakan rasa terlalu ingin menjaga kehormatan dan juga harga diri.
Image Credit By google
Sayangnya, dalam realita sosial saat ini, budaya gengsi malah dipandang sebagai hal yang amat negatif. Padahal jika kita telaah lebih dalam, tidak sedikit juga efek positif yang bisa kita dapatkan karena memiliki rasa gengsi.

Banyak orang yang menganggap “gengsi” hanya akan memberikan efek “sombong” pada orang yang melakukannya. Karena kebanyakan orang hanya menganggap bahwa arti “gengsi” adalah saat seseorang selalu ingin menggunakan barang-barang branded. 
Image Credit By google
Beberapa gengsi lain yang cukup banyak di alami di lingkaran sosial kita, biasanya juga mencakup hal, seperti:
  • Gengsi saat seharusnya senior meminta maaf pada juniornya.
  • Gengsi saat harus makan di pinggir jalan.
  • Gengsi bergaul dengan teman yang asalnya bukan dari kota yang bergaya alias kota metropolitan.
  • Dll
Contoh kecil diatas tentunya tidak bisa kita tepis keberadaanya di lingkaran sosial saat ini. Namun, bagaimana jadinya jika “gengsi’ kita tempatkan pada hal yang malah akan memberikan dampak positif?
Gengsi Menjadi Budaya Akademik

Pernah berpikir untuk membangun rasa gengsi di lingkungan akademik dan menjadikannya budaya? Ini salah satu hal yang seharusnya dipertimbangkan. Kenapa? 
Misalnya saja, jika kita gambarkan ke dalam sebuah studi kasus. Bayangkan jika setiap mahasiswa yang sedang melakukan ujian mempunyai rasa gengsi yang sangat besar saat mereka mencontek atau bertanya jawaban pada teman sebelahnya, maka bukan tidak mungkin hasil ujian yang di dapatkan akan benar-benar murni.

Dengan adanya budaya gengsi seperti yang dicontohkan dalam kasus sebelumnya maka setiap individu akan sangat termotivasi untuk bisa belajar dan selalu berusaha memahami semua materi yang ia dapatkan.

Setidaknya dengan adanya rasa gengsi itu bisa menjadi salah satu alasan seseorang agar mau mempelajari materi kuliah dengan sangat baik. Hal ini tentunya akan berefek pada kemampuan memahami sesuatu saat seorang pelajar berusaha memahami materi selama masa perkuliahan berlangsung.

Budaya gengsi sangat erat kaitannya dengan budaya malu. Sedangkan malu menurut KBBI merupakan suatu perasaan hina karena telah berbuat hal yang kurang baik. 

Kembali lagi pada pandangan umum untuk tindakan mencontek, bagaimana seorang individu bisa menilai hal tersebut menjadi baik atau tidak.

Pada dasarnya kita sudah tahu bahwa tindakan menanyakan jawaban saat ujian adalah tindakan yang sangat memalukan dan bisa menjatuhka harga diri jika ternyata ketahuan. Perasaan jatuhnya harga diri yang kita miliki sebenarnya jika benar-benar disadari akan membentuk rasa gengsi saat berusaha untuk mencontek. 

Perasaan tersebut akhirnya akan memberikan efek jera, kemudian akan menjadi sebuah pencegahan seseorang untuk tidak melakukan tindakan mencontek.

Masih dalam kasus lingkungan akademik. Misalnya saja, seorang mahasiswa mempunyai tugas membuat sebuah laporan, jika mahasiswa tersebut mempunyai gengsi yang sudah terbangung maka ia akan mempunyai perasaan “jika saya mencontek, maka saya akan malu

Dengan demikian, setiap individu bisa semakin terasah untuk melakukan tugas penyusunan laporannya walaupun dengan kondisi yang amat terpaksa karena rasa gengsi tersebut. Dalam kondisi terpaksa itulah justru malah akan melahirkan semangat agar bisa menyelesaikan tugasnya, dengan tujuan lain agar bisa menjaga harga dan juga kehormatan dirinya sendiri.

Adanya rasa gengsi yang dimiliki oleh seseorang tidak harus melulu disikapi dengan pemikiran negatif. Memanfaatkan keberadaannya serta membangun budaya untuk hal yang positif tentunya akan sangat baik.
Oleh karena itu gengsi tak melulu soal sikap negatif! :) Gengsi bisa diibaratkan pisau bermata dua. Jika digunakan sesuai pada tempatnya maka akan sangat berguna tapi jika tidak dipakai sesuai pada tempatnya maka malah bisa jadi boomerang alias senjata makan tuan.

Rate this article:
(0.00 out of 5)

ARTICLE TAGS

Self Confidence

RELATED ARTICLES

 
 
“A grateful mind is a great mind which eventually attract to itself a great things” - Plato
by arywibowo
Self Developments

Berfikir Positive Terhadap Diri Sendiri
Image Credit by arywibowo
23.670
0
0
 

COMMENTS

0 Comments
No comments yet. Be the first one to write a comment now!
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To