PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.

‚Äč

ABOUT USER


christa
christa
Member since:
July 2014
Member Level :
Member 1 Member 2

Ini Alasan Agar Tidak Menjadi Orang Yang Multitasking

Published : 9 December 2014
|
2.128
0
0
|
Bisa melakukan banyak hal sering kali dianggap sebagai keterampilan yang keren. Apalagi jika bisa melakukan berbagai hal sekaligus. Dengan melakukan banyak hal sekaligus, pekerjaan jadi lebih cepat selesai dalam waktu singkat. Bayangkan saja, dalam waktu tidak lama, ibu rumah tangga yang bekerja di rumah bisa menyelesaikan pekerjaannya, mengantar anak ke sekolah, membersihkan rumah, memastikan barang dikirim tepat waktu, dan menghubungi para customer.
Image Credit By anushayspoint.com
Tetapi, multitasking itu tidak selalu positif. Ada banyak sekali dampak negatifnya, sehingga membuat kita perlu menghindari yang satu ini. Menurut sejumlah penelitian, ternyata melakukan banyak hal sekaligus juga tidak seefektif yang kita kira. Yang ada malah multitasking itu berbahaya bagi kesehatan dan hidup kita.

Loh, kok bisa? Apa saja penyebabnya? Simak berbagai rincian penjelasannya berikut ini :

1. Multitasking itu tidak ada

Apa yang sebenarnya terjadi adalah kita melakukan banyak hal hampir bersamaan. Ketika ada jeda di telepon, kita lalu menyempatkan diri untuk membuat telor mata sapi. Ketika telepon tersambung, kita kecilkan kompor lalu ngobrol sebentar dengan orang yang ditelepon. Itu contohnya kalau kita sedang di rumah.

Intinya, multitasking yang sebenarnya itu tidak ada. Bahkan ketika menelepon sambil menyetir sekalipun, otak kita tidak melakukannya secara bersamaan. Otak kita bergiliran mengalihkan fokus. Inilah sebabnya orang yang menyetir sambil ber-hape ria tidak bisa konsentrasi penuh pada kondisi jalan.

2. Multitasking memperlambat proses kerja

Berbeda dengan apa yang selama ini kita yakini, multitasking justru tidak akan menghemat penggunaan waktu. Kenyataannya, melakukan berbagai hal bersamaan malah akan membuatnya selesai lebih lama daripada jika dikerjakan satu per satu. Sebuah studi di University of Utah menunjukkan bahwa orang yang menyetir sambil menelepon akan sampai di tujuan lebih lama, daripada orang yang hanya menyetir lalu menelepon ketika sampai. Bayangkan saat kita membuka banyak windows secara bersamaan dalam PC, maka justru akan semakin lama file tersebut dibuka.

3. Meningkatkan resiko terjadinya kesalahan

Ketika seseorang melakukan banyak hal bersamaan, maka fokusnya akan terpecah. Pikirannya tidak konsentrasi untuk menyelesaikan satu hal saja. Karenanya, resiko terjadinya kesalahan pun lebih besar. Kualitas hasilnya pun tidak akan lebih baik dari menyelesaikan pekerjaan satu per satu. Bahkan, para ahli menyimpulkan bahwa multitasking justru mengurangi 40% tingkat produktivitas. Berdasarkan penelitian yang diadakan di Perancis, otak memang bisa memikirkan banyak hal, tetapi hal ini akan meningkatkan jumlah eror. Lebih bahaya lagi jika yang dikerjakan adalah pekerjaan rawan, misalnya menyetir atau mengoperasikan alat-alat berbahaya.

4. Memicu depresi

Peneliti dari University of California membuat sebuah penelitian sederhana. Hasilnya, orang yang menerima banyak email dari berbagai pihak mengalami stres yang lebih tinggi, dibandingkan mereka yang hanya menerima beberapa email setiap harinya. Tidak hanya itu, siswa yang belajar untuk ujian sambil menonton TV juga justru merasa lebih tertekan daripada mereka yang hanya fokus belajar saja. Jantung menunjukkan sinyal berbahaya sehingga tekanan darah pun meninggi.

5. Mengurangi daya ingat

Ketika kita membaca sebuah majalah sambil mengobrol, maka kita tidak akan ingat secara pasti apa saja yang kita baca, ataupun apa detail yang dibicarakan oleh mitra tutur. Bahkan kalaupun mendadak kita mendadak mengalihkan fokus pada hal yang lain, belum tentu juga kita bisa mengingatnya. Misalnya ketika kita membaca sebuah buku dengan penuh konsentrasi, lalu mendadak kita harus memasak makan malam, maka kita akan kehilangan salah satu ingatan. Entah resep masakan maupun isi buku yang dibaca. Hal ini berdasarkan penelitian tahun 2011. Hal ini bahkan akan lebih parah pada mereka yang sudah berusia lanjut, mulai dari paruh baya.

6. Mengganggu hubungan

Efek ini adalah efek terbesar yang mungkin tidak kita sadari. Seringkali kita melakukan hal lain saat sedang berdua bersama pasangan. Hal ini ini akan mengurangi keintiman dan intensitas perhatian, sehingga kemesraan hubungan pun mengendor. Bayangkan kalau saat kencan lalu pasangan kita menelepon seseorang atau membalas pesan dari entah siapa, atau sekadar sibuk dengan smartphonenya, kita pasti merasa jengkel.

7. Membuat pola makan tidak teratur

Hal ini banyak terjadi, utamanya pada perempuan. Multitasking menimbulkan terlalu banyak atau terlalu sedikit makan. Pada sebagian orang, otak yang dituntut bekerja terlalu keras akan membuat perut mudah merasa lapar, sehingga kita selalu ingin makan. Pada orang lainnya, melakukan banyak hal sekaligus membuat kita lupa pada kebutuhan nutrisi tubuh. Ada juga orang yang makan sambil melakukan hal-hal lain. Kondisi ini malah membuat pencernaan dan penyerapan nutrisi tidak maksimal.

8. Mengurangi daya kreativitas

Ketika otak dipaksa untuk memikirkan banyak hal sekaligus, maka kemampuannya untuk berpikir secara maksimal akan berkurang. Hal-hal yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik akhirnya diselesaikan ala kadarnya, karena kemampuan berpikir kita sudah berkurang.
 
Sebaiknya, kita menyadari bahwa tubuh ini memiliki keterbatasan. Kita tidak bisa melakukan segalanya hanya dengan sekali jalan. Okelah, di satu sisi ini terlihat lebih praktis. Tapi, di sisi lain, ada banyak dampak negatifnya.



Cover picture courtesy of intisari-online.com

Rate this article:
(0.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

 
 
 

COMMENTS

0 Comments
No comments yet. Be the first one to write a comment now!
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To