PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.


ABOUT USER


merryriana
merryriana
Member since:
August 2015
Member Level :
Member 1

Melatih Adversity Quotient (AQ) Kepada Anak

Published : 29 August 2017
|
693
0
0
|
Pernah mendengar berita tentang kakak beradik yang bunuh diri karena ditinggal meninggal  ibunya, ternyata kedua korban menderita gangguan jiwa setelah ibunya meninggal. Yang dapat kita pelajari dari kasus tersebut adalah bagaimana melatih mental kemandirian pada anak-anak. Karena sang orang tua tidak akan pernah mengetahui sampai kapan orang tua dapat hidup mendampingi anak-anaknya. Setelah orang tua tidak ada maka seorang anak harus tetap dapat bertahan hidup. Baiknya sang orang tua jangan memainkan semua peran tetapi sedikit demi sedikit dapat membantu mengajarkan anak menjadi mandiri.

Ada baiknya orang tua mengajarkan Adversity Quotient (AQ), menurut Paul G. Stoltz AQ adalah kecerdasan dalam menghadapi kesulitan atau hambatan, adanya kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. Perlu untuk dilatih sedari kecil bagaimana seorang anak dapat menghadapi masalah sehari-harinya. Terapkan pada anak-anak untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada seorang anak untuk mengambil keputusan sendiri dalam menyelesaikan masalah mereka. Meminta bantuan dapat dilakukan apabila benar-benar tidak sanggup dilakukan seorang diri.

Adversity Quotient berarti bisa juga disebut dengan ketahanan atau daya tahan seseorang ketika menghadapi masalah. Stein & Book (2004) menjelaskan bahwa ketahanan adalah kemampuan untuk menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan dan situasi yang penuh tekanan tanpa menjadi berantakan, dengan secara aktif dan pasif mengatasi kesulitan. Ketahanan ini berkaitan dengan kemampuan untuk tetap tenang dan sabar, serta kemampuan menghadapi kesulitan dengan kepala dingin, tanpa terbawa emosi.

Berikut kutipan dari seorang psikolog dan konsultan UI, Elly Risman: “Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri.” Apabila sedikit-sedikit orang tua membantu anak dalam setiap permasalahan mereka lalu kapan anak bisa melakukannya sendiri? Dengan menanamkan kepercayaan diri bagi seorang anak dalam menyelesaikan masalah mereka sendiri akan membuat mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah dengan membangun pondasi mental yang kuat bagi anak-anak akan sangat bermanfaat dalam kehidupan mereka dalam menghadapi hidup mereka puluhan tahun kemudian.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi apalagi ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih. Apalagi untuk menjadi orangtua ada insting untuk melindungi tapi apa yang dilakukan ini untuk kebaikan masa depan anak. Ajarilah mereka mengatasi rasa frustasi , kegagalan ataupun ketika ada hal-hal yang dapat membuat mereka bersedih. Masalah akan selalu ada dan mereka harus bisa bertahan melewati hujan, badai dan kesulitan yang terkadang tidak bisa dihindari. Jangan  hanya melatih mereka untuk menjadi anak yang pintar, berprestasi ataupun sukses tapi menanamkan bagaimana mencari solusi, memecahkan masalah yang ada dan mencetak generasi muda yang kokoh dan mandiri.

Rate this article:
(0.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

 
Anak adalah cerminan orang tua, maka dari itu orang tua bertanggung jawab penuh dalam mendidik anak untuk masa depannya nanti.
by Inke_zhu
Relationship

10 hal yang harus diajarkan ke anak sejak kecil
Image Credit by Inke_zhu
57.128
0
3
 
Berikut ada 6 hal yang tidak seharusnya diungkapkan kepada anak kita
by irwanrosali
Relationship

Jangan Ungkapkan 6 Hal Ini Kepada Anak Kita
Image Credit by sadityavarna
52.118
0
0
 

COMMENTS

0 Comments
No comments yet. Be the first one to write a comment now!
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To