PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.

‚Äč

ABOUT USER


lubissa
lubissa
Member since:
May 2014
Member Level :
Member 1 Member 2

Menjadi Dewasa itu Sebuah Keharusan

Published : 15 July 2014
|
2.093
0
0
|

Dewasa itu bukan pilihan tetapi sebuah keharusan. Karena untuk mendapatkan kesuksesan di masa depan, kita harus menjadi dewasa terlebih dahulu. Tanpa kedewasaan kita akan salah langkah dalam bersikap menentukan segala hal.


Setiap orang tentu tidak ingin menjadi anak-anak selamanya. Seiring bertumbuh dan bertambahnya umur, tentu kita ingin dianggap sebagai orang yang sudah dewasa. Tapi kedewasaan seseorang tidak bisa diukur dari umurnya. Dewasa itu berarti sebuah kematangan diri dalam menghadapi setiap persoalan. Dan kematangan itu sendiri bisa dilihat dari bagaimana sikap dan pola pikir kita untuk mengambil tindakan dalam berbagai hal.

Attitude is everything.

Pernyataan tersebut mungkin sering kita dengar. Sekarang coba kita ingat kembali bagaimana sikap kita selama ini. Pengetahuan dan kemandirian memang mempengaruhi tingkat kedewasaan kita. Tapi sikap kita dalam memandang setiap hal menjadi penentu bagaimana orang lain menilai kedewasaan kita.
Lalu sikap yang bagaimanakah agar kita bisa disebut dewasa? Berikut ini beberapa sikap yang bisa menentukan kedewasaan kita :

1.    Sikap Menghargai

Orang lain menilai kita seperti kita menilai orang lain. Apabila kita ingin dihargai dan disegani, maka hargailah orang lain terlebih dahulu.

Menghargai dalam hal ini bukan berarti kita harus selalu menyanjung orang-orang di sekitar kita. Tapi menghormati dan menerima setiap perbedaan yang terjadi. Setiap orang mempunyai watak dan pemikiran yang berbeda-beda. Apabila dihadapkan pada sebuah masalah, kita tidak harus setuju dengan mereka tapi kita juga tidak boleh memaksakan kehendak kita. Ada baiknya kita saling menerima dan melengkapi agar masalah terselesaikan. Menyadari kekurangan yang ada pada diri sendiri membuat kita bisa menghargai kelebihan yang orang lain miliki. Dan tidak menyombongkan kelebihan yang kita miliki akan membuat orang lain terbuka kepada kita.

2.    Sikap bertanggung jawab

Dewasa berarti bisa bertanggung jawab terhadap hidupnya sendiri. Tanggung jawab disini artinya berani menerima akibat baik maupun buruk dari segala hal yang kita lakukan. Setiap hal yang kita lakukan pasti ada sebab dan akibatnya. Bila kita memutuskan untuk menikah di usia muda karena sudah terlalu lama menjalin hubungan pacaran. Dan disebabkan agar tidak terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Sebagai suami  harus siap menerima akibat untuk bekerja lebih giat lagi untuk menghidupi keluarganya. Dan sebagai istri juga harus siap untuk mengurus suami dan anaknya kelak. Sebagai seorang anak bukan hanya bertanggung jawab untuk menyelesaikan sekolahnya. Tetapi bagaimana kita bisa melakukan yang terbaik dalam hidup sehingga bisa berguna untuk keluarga dan orang lain.

Bukan seberapa besar tanggung jawab yang kita pikul, tetapi seberapa besar hal-hal baik yang kita lakukan terhadap tanggung jawab kita.

3.     Sikap sabar dan tenang

Ada yang mengatakan bahwa terlalu sabar tidak baik. Karena bisa jadi orang lain meremehkan atau mempermainkan kita. Tapi sikap sabar juga menghindarkan kita dari segala amarah. Bila kita menghadapi setiap masalah dengan marah maka jawaban untuk masalah tersebut akan lama munculnya. Tetapi bila masalah, hambatan serta rintangan datang. Dan kita menghadapinya dengan tenang serta bersabar seolah-olah tidak terjadi apapun. Maka kita akan cepat menemukan jalan keluarnya.

Setiap masalah hanya bisa diatasi dengan pikiran yang jernih. Dan pikiran jernih terbentuk dari kesabaran dan ketenangan yang kita ciptakan dalam diri kita masing-masing.Sedangkan amarah hanya memperkeruh keadaan.

4.    Sikap prioritas

Prioritas adalah mengedepankan atau mendahulukan. Dewasa berarti memprioritaskan hal-hal yang lebih penting. Bila saat ini kita masih suka bermain, mengacuhkan masa depan dan melakukan hal-hal negatif. Berarti kita jauh dari kata dewasa. Pemikiran yang dewasa adalah pemikiran yang lebih maju dari orang lain. Dimana yang kita pikirkan adalah 3 atau 5 tahun yang akan datang. Pemikiran tentang rancangan masa depan yang kita inginkan. Sekarang kita prioritaskan belajar, berkarir dan berusaha untuk masa depan yang lebih baik. Beberapa tahun kemudian, kita akan mendapatkan waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal yang tidak terlalu penting yang dulu ingin kita lakukan. Bukan hanya masa depan yang perlu diprioritaskan, tetapi juga kepentingan orang lain. Contohnya apabila kita sebagai seorang pimpinan perusahaan yang sedang kekurangan karyawan. Tiba-tiba seorang karyawan meminta cuti karena orang tuanya di kampung sedang sakit. Apabila kita memutuskan untuk tidak memberinya cuti karena pekerjaan menumpuk, kemungkinan karyawan itu tidak jadi cuti tapi langsung memberikan surat resign. Berbeda jika kita memberinya cuti dan memberi tahu kalau pekerjaannya masih bisa dihandle karyawan lain. Karyawan tersebut akan mengucapkan terima kasih dan mengusahakan cepat kembali bekerja setelah orang tuanya sembuh.

Memprioritaskan hal-hal penting merupakan salah satu jalan untuk mewujudkan impian kita.

5.    Sikap mendengarkan dan menerima

Terkadang orang yang merasa dirinya sudah dewasa menganggap dirinya paling benar. Padahal anggapan itu salah. Semakin dewasa kita harus mau mendengarkan dan menerima kritik serta saran dari orang lain. Kritik dan saran tersebut bukan tanda mereka tidak suka terhadap kita. Tapi bentuk perhatian agar kita bisa menjadi lebih baik. Bila kita menutup telinga dan tidak menerima perbaikan yang disampaikan orang lain, kedewasaan kita tidak akan pernah tumbuh.

Jadikan kritik dan saran sebegai pelengkap cita rasa kedewasaan kita.

6.    Sikap syukur

Semakin dewasa berarti harus semakin bersyukur atas apa yang telah kita miliki. Mensyukuri yang kita miliki dan orang lain tidak miliki membuat kita lebih positif dan mengurangi keluhan. Bersyukur akan masalah yang tengah dihadapi membuat kita juga semakin dewasa. Sehingga kita melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Kita akan menganggap masalah sebagai pembelajaran untuk lebih maju bukan sebagai hambatan. Sebaliknya bila kita hanya berkeluh kesah saja, akan menghambat hal baik datang pada kita.

Keyakinan diri terbentuk dari rasa syukur dalam menghadapi hal baik dan buruk yang terjadi dalam hidup ini.

Jika kita ingin dianggap dewasa, mungkin beberapa sikap yang saya jelaskan di atas bisa sedikit membantu. Sikap adalah penentu dalam berbagai hal. Kita muda tapi bersikap baik dan benar, orang lain akan beranggapan kita sudah dewasa. Sebaliknya jika kita menginjak umur dewasa tapi sikap kita masih kekanak-kanakan, mungkin inilah saatnya kita harus berubah. Kedewasaan berada di tangan kita, kapan kita bisa disebut dewasa? Saat kita sudah bersikap selayaknya orang dewasa sesungguhnya. Yaitu saat kita sudah menjaga sikap, perbuatan dan tutur kata menjadi baik dan benar.

Dewasa bukan pilihan tetapi sebuah keharusan. Karena menjadi dewasa berarti siap untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.


Rate this article:
(5.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

 
 
3 tips untuk mengenali potensi dirimu agar mimpimu bisa terwujud.
by anitanisa
Self Developments

Mengenali dan Memaksimalkan Potensi Diri
Image Credit by andrea
62.739
0
0
 

COMMENTS

0 Comments
No comments yet. Be the first one to write a comment now!
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To