PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.

‚Äč

ABOUT USER


ResHan
ResHan
Member since:
September 2014
Member Level :
Member 1

Pentingnya Belajar di Usia Matang

Published : 15 September 2014
|
8.591
0
0
|
"Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young."
- Henry Ford -
Setujukah Anda dengan quote dari Henry Ford tersebut? Bukan usia yang menentukan hasil belajar, tetapi justru usia ditentukan oleh kemauan untuk belajar.

Belajar itu tidak kenal usia. Mau anak kecil, remaja, dewasa, sampai orang tua, semuanya boleh belajar. Entah itu belajar menyelesaikan masalah, belajar memahami orang lain, ataupun belajar hal-hal baru yang menarik. Bagaimana dengan mereka yang usianya sudah di atas 35? Masih bisakah mempelajari hal baru di usia tersebut?

Image Credit By intisari-online.com
Sayangnya, banyak yang menilai bahwa belajar di usia matang itu percuma. Buat apa? Toh kemampuan otak dalam mengingat dan menghafal sudah jauh berkurang. Jika anak SD bisa mengingat banyak materi, kemampuan itu semakin berkurang. Pendapat ini memang tidak salah. Usia 40 jelas berbeda kondisinya dengan ketika kita berusia 7 atau 8 tahun. Pada usia matang, ada beberapa masalah yang bisa menghambat seseorang untuk mulai belajar lagi, di antaranya: masalah motivasi, masalah kebiasaan, masalah daya ingat, dan masalah keengganan untuk menerima perubahan. Tetapi, bagi mereka yang mampu mengatasi masalah ini, mereka yang punya semangat tinggi dan menyadari pentingnya beradaptasi dengan hal-hal baru, belajar adalah kebutuhan.
Belajar untuk orang dewasa sangat penting dilakukan setidaknya untuk :
1. Menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman
2. Mendidik dan memonitor perilaku anak
3. Meningkatkan performa kerja
4. Meningkatkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan
5. Mengasah kemampuan otak

Menurut salah satu jurnal ilmiah di academia.edu, belajar pada usia dewasa akan dipengaruhi oleh faktor psikologis dan faktor fisiologis. Kedua faktor inilah yang menentukan berhasil tidaknya proses belajar pada usia matang. Faktor psikologis yang menghambat proses belajar di usia dewasa antara lain: harapan masa depan, latar belakang sosial, keluarga dan daya ingat. Selama hal yang dipelajari itu penting untuk pengembangan karir, umumnya orang dewasa bisa belajar dengan cukup baik. Contohnya bisa kita lihat ketika para guru beramai-ramai kuliah lagi untuk sertifikasi. Seorang Elizabeth Gilbert (penulis Eat, Pray, Love) belajar Bahasa Italia di usianya yang sudah kepala tiga. Juga ada ibu kandung mentalist Dedy Corbuzier  yang di usia senjanya tekun belajar cara mengoperasikan iPad. Hal ini menunjukkan, selama ada kemauan, mereka pun bisa mempelajari banyak hal.

Sementara itu, faktor fisiologis atau kondisi fisik juga banyak memengaruhi proses belajar mereka yang sudah berusia matang. Faktor fisiologis ini meliputi faktor penglihatan, pendengaran, artikulasi dan penyakit. Hal ini terutama untuk yang berusia 50 tahun ke atas. Memang untuk belajar secara maksimal diperlukan kondisi tubuh yang fit. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya orang meremehkan orang-orang tua yang hendak belajar.  Kondisi fisik akan memengaruhi ritme dan frekuensi belajar orang dewasa. Tapi, untuk yang berusia 35 atau 40 tahun, permasalahan fisik seperti ini belum terlalu banyak merepotkan.
Image Credit By winarto.in
"The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you'll go."
- Dr. Seuss, I Can Read With My Eyes Shut! -
Khususnya dalam belajar secara formal, proses belajar pada orang dewasa sendiri memiliki banyak nilai yang telah dirumuskan oleh UNESCO, antara lain: nilai manfaat, sesuai dengan pengalaman, masalah sehari-hari, praktis, sesuai kebutuhan, menarik, berpartisipasi secara aktif dan kerja sama. Ini menunjukkan bahwa belajar di usia tua pun sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan pengembangan diri. Dengan belajar, kita memiliki wawasan dan pandangan yang lebih luas.
Untuk menjalani kehidupan yang terus maju ke depan, kita memang tidak bisa terus terpaku pada ilmu dan prinsip yang kita gunakan 20 tahun lalu. Zaman berkembang, begitu juga seharusnya dengan diri kita. Tidak masalah berapapun usia kita saat ini, tidak pernah ada kata percuma untuk belajar. Jika saat ini ingin mulai belajar origami, bisnis internet marketing, belajar melukis, atau keahlian lainnya. Lakukanlah. Belajarlah terus sampai kita bisa menguasainya. Selamat belajar!


Cover picture courtesy of  legalhistoryblog.blogspot.com

Rate this article:
(0.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

 
3 tips untuk mengenali potensi dirimu agar mimpimu bisa terwujud.
by anitanisa
Self Developments

Mengenali dan Memaksimalkan Potensi Diri
Image Credit by andrea
62.739
0
0
 
 

COMMENTS

0 Comments
No comments yet. Be the first one to write a comment now!
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To