PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.

‚Äč

ABOUT USER


fikafik
fikafik
Member since:
May 2015
Member Level :
Member 1

Pesan Rhenald Kasali

Published : 29 June 2015
|
213
0
0
|
Tulisan Rhenald Kasali ini layak disimak...

Guys, dolar sudah tembus Rp 13.3 ribu. Sebentar lagi akan banyak kita saksikan postingan yang hanya mengeluhkan keadaan dan komplain. Padahal bagi mereka yang memiliki entrepreneurial thinking & action, remember this one:

Every single bad news is good news.
It is opportunity.

Dulu saat dolar tembus Rp 17.000 (krismon 1998) di mana-mana hanya ada komplain, karena sebagian besar pengusaha hutangnya in USD. Tetapi diam-diam petani kopi di Lahat, Lampung, dll, hidup senang dari export.

Demikian juga exportir lainnya. Senang diam saja. Rugi, ramai!

Tentu ini tidak akan menyenangkan bagi mereka yang berpenghasilan tetap: PEGAWAI.
Apalagi jika sudah sangat konsumtif.

Tentu ini menyulitkan bagi pengrajin Tempe, karena sebagian besar bahan baku kedelai kita masih impor. Tapi ini baik bagi petani kedelai lokal.

Sayangnya, luas lahan pertanian kedelai untuk memenuhi perut kita yang doyan makan tempe tidak memadai. Selain masakah alam dan logistic.

Sayangnya pula, ini menjelang Hari Raya. Kebutuhan pangan kita sedang tinggi-tingginya. Stok kita pun perlu penanganan khusus, sebab kita tinggal di negeri kepulauan yang uang untuk bangun infrastrukturnya bertahun-tahun telah kita bakar buat subsidi BBM di daerah padat.

Dan KEPAHITAN INI masih harus kita jalani minimal 3 tahun ke depan.

Mengapa 3 TAHUN ?
Karena inilah PERUBAHAN. Ketika kurva ekonomi sedang naik ke atas, kita bongkar karena ekonomi selama ini TIDAK BALANCE. Selama ini tidak balance antara kapitalisme dengan kerakyatan, antara Indonesia Barat dengan Timur, antara plutokrat dengan buruh.

KITA Bongkar, terjadi perubahan. Kurva pertama dalam SIGMOID CURVE kita tinggalkan. Masuk ke kurva kedua, harus siap turun dahulu.

TURUN karena rakyat kaya tak disubsidi BBM nya, dampaknya pada harga pangan, tapi infrastruktur yang dibangun baru akan jadi 3 tahun lagi.

PADAHAL infrastruktur yang buruk itulah yang mengakibatkan kita kalah bersaing dengan negeri jiran, logistic cost kita mahal, ketimpangan, dsb. Pelabuhan-pelabuhan baru yang lautnya dalam, dermaga lebih luas, dengan teknologi baru, akan jadi 3 tahun lagi. Kita baru pada tahap groundbreaking.

Selama 30 tahun Jasa Marga hadir, kita hanya bisa membangun 800 km jalan tol. Kini akan dibangun jalan tol baru besar-besaran. Selama bertahun-tahun kita sedikit sekali mebangun power plant, beberapa tahun terakhir hanya 1.000-2.000 MW. Kini dibangun 7-10.000 MW setahun. Selama puluhan tahun kereta api hanya ada di Jawa dan sebagian Sumatra, tahun depan ribuan KM akan dibangun di semua pulau Nusantara.

Semua itu akan membuat kita lebih baik, tapi 3-5 tahun lagi. Sabarkah kita? Ini masalah besar. Kesabaran bukan masalah kecil.

Sulit disangkal kita tengah terbelenggu oleh Zona Nyaman. Nyaman dengan uang banyak, pulsa murah, bebas bicara, dan jual kecap.
- Kita lagi senang ganti gadget, motor-mobil, ziarah, piknik, umroh, beli tas mewah (40% yang antre di hermes Paris adalah orang kita).
- Pengacara kita juga senang karena sedang banyak kasus korupsi, prostitusi, artis konflik, sengketa tanah, judicial review dst. Feenya pun tinggi.
- Dokter juga senang karena rumah sakit penuh terus, penyakit tak kunjung habis di negeri ini. Bahkan dukun pun sibuk.
- Wirausaha juga senang karena masih bisa menghindar dari pajak, meski perijinan mahal, toh bisa usaha tanpa izin.
- Guru2 juga senang karena sejak gajinya membaik, status lebih menarik, motor pun berganti mobil.
- Politisi yang korup juga makin senang karena KPK sedang melemah dan mereka bisa mengajukan praperadilan.
- Orangtua pun senang karena memasukkan anak ke SD sampai SMA pun gratis.
- Tak banyak yang menyadari bahwa uang kuliah kita pun underprice.
- Kebanyakan preman pun juga senang karena mereka bisa membuat ormas yang tak bisa dibubarkan. Ormas-ormas bisa jadi alat untuk menekan, demo bayaran dll.

Tetapi semua itu selalu disambut dengan PENYANGKALAN.

Menyangkal telah menjadi kaya. Kita terus merasa miskin dan akhirnya kelakuan kita pun bak rakyat miskin. Kita menjadi lebih banyak menuntut ketimbang berbuat, blamming others ketimbang mengkoreksi diri, mencari-cari kesalahan ketimbang usulan. Kita menjadi lebih banyak ingin menguasai, mengambil. Ketimbang memberi. Dan menjadi tak sabaran.
Padahal, perubahan kita suarakan. Kita tuntut. Namun tak banyak yang mengerti, perubahan itu artinya PENGORBANAN.

PERUBAHAN itu butuh kita. Butuh dukungan moril. Bukan hujatan. Kalau anda hujat, mereka akan kembali POPULIS dan AMBIGU seperti masa lalu.

BERBAHAGIALAH kalian yang bersabar, yang sudah melihat (masa depan itu), meski BELUM TERLIHAT. NAMUN kasihanilah, mereka yang DIBUTAKAN, apalagi yang sudah buta namun mulutnya pedas, enteng menghujat dan selalu menyuarakan kebencian.

Sekali lagi, PERUBAHAN butuh KITA. Jangan buang waktu. BERBUAT jauh lebih baik ketimbang mencari cari kesalahan.

Kata E Rossevelt,
The Future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.

Action yuk.

(Rhenald Kasali)

Rate this article:
(0.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

 
 
 

COMMENTS

0 Comments
No comments yet. Be the first one to write a comment now!
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To