PIC SELECTION AREA
You can choose pictures from "Picture Collection" tab
or upload your own picture
(see "Personal Upload" tab). Then drag the pictures to the "Writing Area"
Search the username of the person u wanted to mention. After you find it, type the @ symbol followed by the right username on your writing area. Example : @username
WRITING AREA
You can fill this area with as many different template types as needed by dragging up the template from "Template Selection Area" below. If any of the template used contains picture, you can insert pictures by dragging the selected picture from "Pic Selection Area". To insert quotes, please use the quotes template below so the quotes will be listed on the Quotes Page.

TEMPLATE SELECTION AREA

Press this button to review your post.
Remember to save your work progress frequently by pressing this button.
Press this button to go to the next phase before publish.
Press this button to cancel your post.


ABOUT USER


Inke_zhu
Inke_zhu
Member since:
July 2013
Editor Level :
Editor 1 Editor 2

Pola Pikir yang Menghambat Kesuksesan Bisnis

Published : 18 December 2014
|
9.115
1
0
|
Ada banyak faktor yang memengaruhi kesuksesan seseorang dalam berbisnis. Kerja keras, kreativitas, ketersediaan modal, adanya relasi, pengetahuan, kesempatan, fasilitas, kemudahan birokrasi, dan dukungan orang-orang di sekitar sering dianggap sebagai faktor penting yang menentukan keberhasilan kita dalam meraih sukses.

Tapi, di balik semua itu, ternyata masih ada satu lagi faktor penentunya, yakni pola pikir. Mindset yang telah terbentuk dalam pikiran kita, itulah yang sangat memengaruhi keberhasilan. Hanya orang-orang dengan pola pikir yang tepat dan cermat lah yang bisa membangun karir dan mencapai kesuksesan. Tapi, ada juga mereka yang terlanjur memiliki mindset sedemikian rupa, sehingga menghambat jalan suksesnya. Seperti sejumlah pola pikir berikut ini, yang secara tidak kita sadari bisa menjadi penghalang utama menuju sukses.

1. “Saya tidak bisa.”

Image Credit By Angga_lim
Tidak ada seorang pun yang langsung menjadi pakar dalam suatu hal. Selalu ada proses belajar, dari tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa. Sering sekali kita merasa minder dengan orang-orang yang sudah lebih ahli. Padahal kita pun bisa seperti mereka, bahkan dengan ciri khas dan kemampuan khusus yang hanya kita miliki.

Diperlukan kesabaran dan kegigihan untuk belajar. Yang jelas, selama kita yakin dan mau belajar, maka kita pun akan menjadi ahlinya.
2. “Banyaknya pesaing mematikan usahaku.”

Image Credit By kenta_liu
Salah satu hal yang mutlak dan pasti akan kita temui dalam membangun karir adalah adanya persaingan. Ketika muncul banyak pesaing, kita lalu merasa berkecil hati. Apalagi jika pesaing menawarkan dengan harga murah. Itu kalau kita menilai persaingan sebagai hambatan. Padahal, persaingan bisa dibuat jadi lebih menguntungkan.

Misalnya dalam bisnis fotografi. Saat muncul banyaknya pesaing, ini menandakan besarnya minat masyarakat pada bisnis ini. Sementara, fotografi bukanlah hal yang mudah dipelajari. Nah, mengapa tidak melanjutkan bisnis dengan membuka kursus fotografi saja? Toh kita sudah cukup profesional dan ahli. Peserta magang pun bisa kita manfaatkan sebagai tenaga kerja murah untuk membantu selama sesi pemotretan.

3. “Saya tidak punya relasi.”

Image Credit By andrea
Relasi adalah hal yang sangat penting dalam membangun bisnis. Dengan adanya relasi, kita bisa mengembangkan bisnis dengan lebih mudah. Banyaknya koneksi akan membantu kita terhubung dengan orang-orang yang kita butuhkan. Tetapi, banyak juga yang merasa tidak punya koneksi yang memadai. Hanya ada keluarga, teman kuliah, dan tetangga.
 
Pemikiran ini perlu diubah. Pertama, bagaimanapun kondisinya, semua relasi sama-sama berharga. Seorang ibu rumah tangga biasa bisa saja menjadi sarana promosi atau pelanggan. Kedua, ada-tidaknya relasi itu bisa diciptakan. Rajin mencari informasi dari berbagai media, mengomentari situs-situs yang berkaitan, eksis di social media dan rajin mendatangi event adalah beberapa cara untuk mendapatkan relasi.

4. “Semua bisnis pasti butuh modal dana.”

Image Credit By Bimokusumo
Kata siapa? Banyak sekali pebisnis yang mengawali usahanya dengan modal uang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Ketika Rina Gunawan pertama kali menjadi wedding organizer, dia hanya mengandalkan kemampuannya mengelola acara. Dana ia dapatkan dari meminjam. Ada seorang anak dari AS yang senang bermain game, lalu membuat review-nya di Youtube. Kini ia meraup banyak uang. Tanpa modal apapun selain hobi nge-game dan internet. Contoh lainnya banyak terdapat di sekitar kita, misalnya para pemilik toko online dengan sistem dropship.

5. “Tapi saya adalah orang yang ....”

Image Credit By febrynahalim
Salah satu benturan lainnya adalah karakter. Kita sering menilai diri sebagai orang yang  tidak bisa bergaul, orang yang tertutup, tidak bisa menawar, tidak bisa menyuruh orang lain, dan masih banyak lagi. Untuk mengatasinya, bayangkan apa yang bisa kita peroleh dari bisnis ini. Hal ini akan memotivasi kita untuk berpikir apa yang harus dilakukan, bukan apa yang tidak bisa dilakukan.
 
Mudah-tidaknya suatu bisnis itu tergantung pada pola pikir. Terlebih lagi pada optimisme. Jika kita yakin kita bisa, maka kita akan selalu menemukan jalan untuk mewujudkannya.

Rate this article:
(0.00 out of 5)

RELATED ARTICLES

Kapan seseorang disebut sebagai leader dan hal-hal apa saja yang harus dipahami?
by Tondowidjojo
Business

Introduksi Leadership
Image Credit by Tondowidjojo
196.353
0
1
 
 
 

COMMENTS

1 Comments
You have to log in or register to comment, like, and rate article
Dn_Ans_Hoki
05 January 2015
mantab, titip yg satu ini yo: http://www.arthinkle.com/articles/detail/sepenggal-kisah-nyata-believe-to-achieve
Report Article
You need to login first
Compose Message
Send Message To